Senin, 28 Agustus 2017

Organ-Organ Pernapasan dan Fungsinya (Pertemuan I)

Sumber: http://www.berpendidikan.com
Sistem pernapasan pada manusia melibatkan sejumlah organ. Organ yang pertama kali dilalui udara dapat disebutkan secara berturut-turut, yaitu hidung, pangkal tenggorok (faring), laring, batang tenggorok (trakea), cabang batang tenggorok (bronkus), anak cabang batang tenggorok (bronkiolus), dan paru-paru (pulmo).
Udara masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut, kemudian didorong ke belakang melalui rongga hidung. Dari rongga hidung udara masuk ke dalam faring. Faring terletak di belakang mulut dan berfungsi sebagai jalan masuk baik makanan maupun udara. Di dalam faring terdapat laring dan epiglotis, yaitu suatu katup yang mencegah makanan masuk ke dalam batang tenggorok. Dari faring, udara didorong masuk ke dalam trakea, kemudian udara masuk ke dalam paru-paru.
  1. Rongga Hidung
    Sumber: http://mastugino.blogspot.co.id
  2. Rongga hidung adalah organ paling luar, dan merupakan alat pernapasan paling awal. Udara keluar masuk melalui rongga hidung. Rongga hidung selalu lembab karena adanya selaput lendir. Di dalam rongga hidung juga terdapat rambut-rambut pendek dan halus. Selaput lendir dan rambut-rambut halus ini berfungsi menyaring debu dan kotoran yang masuk bersama udara, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, dan mengenali adanya bau. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.
  3. Pangkal Tenggorok (Faring)
    Sumber: https://wandylee.wordpress.com
  4. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Pangkal tenggorok terdiri atas katup (epiglotis) dan keping tulang rawan yang membentuk jakun. Pada bagian jakun terdapat pita suara (pita vocalis).
  5. Laring 
    Sumber: http://pembelajaranjigsawii.weebly.com
  6. Laring adalah pangkal tenggorokan yang dikelilingi oleh tulang rawan dan letaknya di depan lariofaring. Laring sering disebut dengan ‘voice box’ dibentuk oleh struktur epiteliumlined yang berhubungan dengan faring (di atas) dan trakea (di bawah). Laring terletak di anterior tulang belakang (vertebrae) ke-4 dan ke-6. Bagian atas dari esofagus berada di posterior laring. Fungsi utama laring adalah untuk pembentukan suara, sebagai proteksi jalan napas bawah dari benda asing dan untuk memfasilitasi proses terjadinya batuk. 
  7. Batang Tenggorokan (Trakea) 
    Sumber: http://rumahbelajaredelweiss.blogspot.co.id
  8. Trakea adalah tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
  9. Cabang Batang Tenggorok (Bronkus) 
    Sumber: http://budisma.net
  10. Di dalam rongga dada, trakea bercabang menjadi dua, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Masing-masing dari bronkus masuk ke dalam paru-paru belahan kanan dan belahan kiri. Susunan yang menyusun kedua bronkus mirip dengan susunan yang menyusun trakea, yaitu terbuat dari tulang rawan yang berbentuk huruf C sehingga bersifat kuat dan lentur. Bronkus bercabang-cabang dan setiap percabangan juga bercabang-cabang lagi di dalam paru-paru. Percabangan itu disebut bronkiolus. Fungsi utama bronkus mirip seperti “pipa” yang membawa masuk dan keluar udara dari dan ke paru-paru. Bronkus tidak berfungsi sebagai tempat pertukaran gas. Beberapa fungsi lain dari bronkus yaitu: Sebagai saluran utama menuju alveolus, dinding bagian dalam bronkus yang dilapisi lendir dapat membuat partikel asing dan debu menempel di lapisan lendir tersebut, mengeluarkan debu dan partikel asing dari paru-paru dengan bantuan silia (bulu-bulu halus bergetar) yang banyak terdapat di dinding bronkus, sebagai konduktor udara antara atmosfer dan alveoli, menghubungkan tenggorokan dan paru-paru.
  11. Anak Cabang Batang Tenggorok (Bronkiolus) 
    Sumber: IPA Terpadu Untuk SMP Tahun 2010 (Setya Nurachmandi)
  12. Bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus. Jumlah dari bronkiolus sesuai dengan jumlah lobus pada paru-paru. Paru-paru bagian kanan memiliki 3 lobus. Jumlah bronkiolus pada paru-paru kanan sebanyak 3 buah. Paru-paru bagian kiri memiliki 2 lobus. Jadi jumlah bronkiolus pada paru-paru kiri sebanyak 2 buah. Bronkiolus memiliki fungsi sebagai penyalur udara dari bronkus ke alveoli dan juga sebagai pengontrol jumlah udara yang didistribusikan melalui paru-paru. Pada ujung-ujung bronkiolus terdapat gelembung-gelembung yang sangat kecil dan berdinding tipis yang disebut alveolus (jamak = alveloli). Alveolus tersebut hanya dapat dilihat dengan mikroskop. 
  13. Paru-Paru 
    Sumber: https://mencegahpenyakit.com
  14. Paru-paru terletak pada rongga dada, berbentuk kerucut yang ujungnya  berada di atas tulang iga pertama dan dasarnya berada pada diafragma. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus sedangkan paru-paru kiri mempunyai dua lobus. Kelima lobus tersebut dapat terlihat dengan jelas. Setiap paru-paru terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian menjadi sekitar sepuluh unit terkecil yang disebut bronchopulmonary segments. Paru-paru kanan dan kiri dipisahkan oleh ruang yang disebut mediastinum. Jantung, aorta, vena cava, pembuluh paru-paru, esofagus, bagian dari trakea dan bronkus, serta kelenjar timus terdapat pada mediastinum. Fungsi utama paru-paru adalah tempat terjadinya proses pertukaran oksigen dari udara dengan karbondioksida dari darah. Paru-paru dibungkus oleh selaput rangkap dua yang disebut pleura. Pleura berupa kantung tertutup yang berisi cairan limfa. Pleura berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis.
  15. Alveolus 
    Sumber: http://www.clinicagombao.com
  16. Alveolus adalah organ menyerupai setangkai buah anggur, dan sel-selnya bersifat lentur. Kantong-kantong ini bersifat lentur karena dilumasi satu zat surfaktan dan di dalam alveolus terdapat bronkus dan bronkiolus. Adanya alveolus ini mengakibatkan struktur paru-paru seperti kasur busa yang memiliki rongga-rongga atau kantung kecil. Alveolus berjumlah 600 juta, sehingga dapat memperluas permukaan paru-paru. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara, yang berperan penting dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara.
Untuk lebih memahami penjelasan mengenai organ-organ pernapasan, kamu dapat melihat animasi flash yang dibuat oleh Pustekkom Kemdiknas berikut ini (Klik Gambar):

    Materi Sebelumnya

    Home

    Materi Selanjutnya
    Share:

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Admin

    Astody Gusta Mandayu
    Mahasiswa FKIP Biologi Universitas Tanjungpura
    astodygusta94@gmail.com
    Copyright © Blog Interaktif Sistem Pernapasan | Powered by Blogger Distributed By wixarddesign & Design by astodygustamandayu | Blogger Theme by wixardthemes